Jangan Jual Ibu Kita

Jingga merekah di ujung horizon Jakarta,  gemerlap cahaya sore menelisik disela pagar” flyover “yang megah, di bawah gagahnya jembatan beton itu,  tampak gerobak kayu tua tersandar di trotoar Tak jauh dari kotak dorong tersebut  tampak  seorang ibu muda duduk belunjur , diatas pangkuanya bersandar kepala seorang anak laki-laki berumur sekitar  7 tahun sedang rebah-rebahan  sambil... Continue Reading →

Jeritan Hati Alumni 212

Duhai sudaraku , apa yang terjadi dengan engkau Disaat kami marah karena Al  Qur’an kita di hina mengapa tampak engkau malah membela sang penghina   Duhai saudaraku, apa gerangan yang ada di dalam  hatimu Disaat kami menghormati Ulama, engkau malah melaporkan dan meremehkan mereka   Duhai saudaraku, apa yang sedang engkau pikirkan Disaat kami yakin... Continue Reading →

sebuah doa diantara galaksi mengemis taufik dan hidayah Allah ya Robbi, semoga terus memenuhi hati kami sebelum  hembusan penyesalan menepi.

Syukron Katsiira Ya Allah

Sejenak tatapan ku menepi di sebuah sudut  syahdunya  ocullus yang polos. Menyentak pikiran menukil bait hati "inikah jodohku?", Logika dan sejarah hidupku menertawai. seperti mengejek kamu tak pantas dengan seorang bidadari yang masih suci disaat yang sama aku pun memberi tanda setuju tentang hal ini.. Tak dapat dipungkiri hanya Allah saja pemilik segala ketetapan, seperti menjawab diri... Continue Reading →

Batu Insaf

Aku Hampir tak sanggup mengangkat berat nya batu di kepalaku Ini batu besarnya melebihi luas lapang di dadaku Jika bukan karena megahnya singasana kesabaranmu yang mampu menampung Batu itu Bisa jadi kupecahkan sendiri hingga menjadi berjuta serpihan kerikil maaf ku Jika tampak bala berserakan tak terhingga Aku yakin dengan vakum istiqomah mu akan kau sedot... Continue Reading →

Awan Yang Luka

Mungkin hujan ini tak akan berhenti Sampai jiwa ini benar benar hanyut dan karam dalam lautan penyesalan Hari ini bukan yang pertama entah di tahun berikutnya nanti. Menyayat mega putih yang berusaha sabar menahan harapan Duh jiwa yang bodoh karena alpa Duh jiwa yang koma karena autis Duh jiwa yang kerdil karena ria Sampai kapan... Continue Reading →

RINDU CAHAYA

  Amboy jiwa yang menari di gumpalan - gumpalan kapas mimpi. Mengapa tak berlinang air mata dikala tak mampu bermunajat saat   fajar berdiri. Amboy jiwa yang sibuk menakar bahagia. Mengapa tak sedih menyiakan mentari  tanpa melekatkan dahi kebumi. Amboy jiwa yang bersiap melangkah pulang Mengapa acuh terhadap kerlap kerlip air suci saat bayangan melewati raga. Amboy... Continue Reading →

Curhat Diatas Dua Roda

Pulang kantor seperti biasa naik motor, 45 kilo meter bikin otak mikirnye molor Dijalan trek trekan sama jadulnya rxking, suaranya nyaring eh tarikannya kering. Belajar baek kasih jalan sama sister yg mau belok, tapi kok malah doi stop sambil ndelok. Mungkin aja  dia masih gak percaya, kalau orang serem kayak gua bisa baek juga, apakah selain... Continue Reading →

Tentang Matahari Dan Bulan II

BULAN Suatu malam saya pernah menyusuri pantai sendirian, langit tampak hampir gelap. Gerhana bulan menambah kelam langit malam.Sebab cahaya bintang tak mampu menyumbangkan sinarnya sebagai penerang langkah. Disaat itulah baru terasa betapa alpanya langit tanpa bulan. Tadinya saya ingin meneruskan berjalan tapi karena merasa hambar akhirnya saya urungkan niat itu sambil membatin. “Bulan seharusnya bisa... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑